Jumlah Pengunjung

Senin, 24 Agustus 2015

Data GNDpk



Nama
TTL
Status
Jabatan
Alamat
:
:
:
:
:
Drs. Sutarmo Ys.
Sukoharjo, 15-08-1958GNDpk
Guru Akuntansi
Taman Suryokusumo II/7 Kel. Muktiharjo Kec. Pedurungan Kota Semarang




Secangkir Kopi


Prakata Ustad  Samir al Basyiri


Bismillahirrahmanirrahim
Kehidupan adalah pergumulan yang penuh dengan problematika. Oleh karena itu kita membutuhkan hikmah untuk berinteraksi dengannya. Kehidupan kadang memposisikan kita pada keadaan yang sangat sulit. Tidak tahu apa yang harus kita ucapkan?  Apa yang harus kita lakukan? Dan apa yang harus kita fikirkan?.
Memang benar,  kehidupan sungguh penuh dengan kelokan . Kita berjalan dengannya setiap hari, namun tidak bisa memilikinya, kecuali jika kita mampu mengendalikan kemana arah hidup kita. Jika tidak, maka kadangkala terjadi sesuatu yang lain yang bertolak belakang dengan harapan kita.
Peristiwa kehidupan kita yang cepat telah menambah kesan tersendiri pada setiap  peristiwa yang kita lewati. Kesan ini ternyata berbeda sepenuhnya dari apa yang kita rasakan pada masa  lalu. 
Setiap kita, anak-anak atau dewasa, laki-laki atau perempuan seharusnya berusaha menjadikan keinginan dan optimisme sebagai unsur utama kekuatan dalam kehidupan.
  

Kita berjalan dengan jiwa yang "kenyang" dengan sikap tawakal kepada Allah dan yakin dengan kemampuan kita. Kita sangat perlu bertanya kepada para ahli yang sebenarnya untuk bisa mengambil pelajaran dari pengalaman mereka. Kita juga perlu membaca apa yang disampaikan oleh pemikiran orang-orang sukses berupa kreatifitas dalam  berinteraksi dengan segala keadaan.
Saya berharap kisah-kisah yang indah ini memberi manfaat kepada semua orang yang dengan lugas dipaparkan oleh penulisnya. Kisah-kisah dalam buku ini merupakan permisalan  dan analog yang sangat menarik. Dengan izin Allah, kita akan mempunyai sikap yang positif jika  jika kita menghayatinya dengan sebaik-baiknya.

Saya memohon kepada Allah TaufiqNya untuk semua

Saudaramu / Samir al Basyiry

Mendidik Remaja Nakal

Prakata: Prof.  Dr. Djamaluddin Darwis. M.A


Bismillahirrahmanirrahim

 Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt atas segala karunia dan pertolongan yang Allah berikan kepada kita semua. Kita semua telah memahami perjalanan hidup manusia, bermula pada saat  masih dalam kandungan, berlanjut pada kelahiran bayi dan masa anak, kemudian masa remaja dan dewasa, yang berujung pada masa senja jelang akhir kehidupan umat manusia.  Masing-masing tahap kehidupan ada krakteristik yang unik, ada beragam permasalahan yang muncul dan menuntut penyelesaian solusi yang bervariasi sesuai dengan karakteristik permasalahannya.
Masa remaja juga memiliki keunikan yang berbeda dengan tahapan kehidupan sebelumnya atau sesudah lepas masa remaja. Remaja bukan lagi anak-anak, dan tidak mau dianggap anak. Demikian pula belum disebut dewasa, masih serba canggung dan belum diterima sebagai bagian masyarakat dewasa. Tahap kecanggungan remaja adalah sudah bukan anak, tetapi dewasapun juga belum, ibarat berdiri di atas batu  bergoyang, yang lewat telah dilalui yang di depan belum bisa ditapaki. Ketika seorang anak akan melangkahkan tapak kakinya menuju kedewasaan, dia  melewati dan menginjakkan kakinya di batu bergoyang lebih dahulu yang disebut masa remaja. Mengapa disebut batu bergoyang? Karena ada goncangan dinamika biologis dan psikologis yang sangat luar biasa. Pertumbuhan postur tubuh berjalan sangat cepat, perobahan organ tubuh dan suara menuju ke titik kemapanan yang stabil, yang secara fisik tampak dewasa. Namun dalam tataran psikologis jiwanya masih bergejolak  dalam proses bertransformasi mencari identitas diri, mencari jawaban atas pertanyaan pada dirinya sendiri Who am I? 


Dalam masa pencarian itulah remaja berhadapan dengan beragam  permasalahan, dan memerlukan jawaban yang tepat. Lingkungan sosial ikut membentuk jiwa remaja, menolong mencarikan jawaban. Ironisnya jawaban yang diberikan kadang tidak ikut membantu menyelesaikan permasalahannya, tetapi justru menimbulkan masalah baru dan kadang justru menjauh dari jawaban yang sebenarnya. Akibatnya proses pembentukan pribadi menjadi jauh dari yang diharapkan, dan tidak mustahil menjadi remaja yang tidak bermasa depan.
Buku karangan Dr. Mustofa Abu Sa’d yang dipilih untuk diterjemahkan dan  disajikan oleh Saudara Muh. Rifai  ini berusaha untuk ikut membantu para pendidik dan orang tua berkaitan dengan pencarian solusi permasalahan remaja. Ibarat menu makanan, buku ini cukup bergizi, rasanya renyah dapat dikunyah dengan mudah dan enak dibaca.  Sajiannya cukup praktis dipaparkan secara realitis, berdasarkan pada gejolak psikologi remaja. Menu ini  bukan hanya sekedar suplemen makanan, tetapi justru bagian dari menu utama yang akan membantu para orang tua dan pendidik untuk membimbing remaja dalam menstransformasi diri menuju kedewasaan. Remaja dengan beragam permasalahan yang dihadapi merupakan peserta didik yang potensial bagi negeri ini. Sementara negeri ini tentu  tidak akan mempertaruhkan masa depan bangsa dengan mengabaikan pendidikan. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, pemerintah, masyarakat, orang tua termasuk kita semua. Buku  yang cukup  kontributif ini dapat  dijadikan salah satu referensi dalam penanganan masalah remaja, buku ini patut dibaca oleh kita semua, baik sebagai pendidik, orang tua atau pemerhati remaja.

Semoga buku ini memberi manfaat bagi kita semua,  Amin.

Prof.  Dr. Djamaluddin Darwis. M.A
Guru Besar Pendidikan IAIN Walisongo Semarang
Rektor UNIMUS

Selasa, 18 Agustus 2015

Data Romberl


  ROMBONGAN BELAJAR
SMK MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
No
Kelas
Program
Siswa
Wali Kelas
Keahlian
L
P
Jml
1
X Ak.1
Akuntansi
31
2
X Ak.2
Akuntasi
31
3
X Pm
Pemasaran
29
4
X An
Animasi
32
Jumlah
123
4
XI Ak
Akuntansi
37
6
XI Pm
Pemasaran
30
7
XI An
Animasi
32
Jumlah
99
8
XII Ak
Akuntansi
27
9
XII Pm
Pemasaran
26
10
XII An
Animasi
24
Jumlah
77
Total
299
Semarang,  September 2016
Kepala Sekolah,


Nur Indah Yuniati, S.Pd, M.Si
NBM. 882 061