Jumlah Pengunjung

Selasa, 15 Oktober 2019

Autobiografi Reni Asih Widiyastuti (Alumni)


Oleh: Reni Asih Widiyastuti 

Nama saya Reni Asih Wdiyastuti, lahir di Semarang, 17 Oktober 1990. Orang-orang biasa memanggil saya dengan nama Reni. Saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, buah pasangan Joni Santoso dan Nur Asih. Bapa dulunya bekerja sebagai penggambar. Yang selalu saya ingat hingga detik ini adalah alat yang biasanya digunakan beliau untuk menggambar, yaitu rapido. Setelah masuk SD, tahun 1996, saya jarang melihat bapak menggambar, dan lambat laun beliau beralih ke bidang lain, yaitu menyablon kertas. Biasanya, bapak menerima order dari pelanggan berupa: undangan pernikahan dan kartu nama.
Selepas SD, usaha bapak semakin melebar, yaitu dengan memberanikan diri untuk menyablon kaus. Dan memang benar, waktu itu, sekitar tahun 2002, saat sedang ramai-ramainya partai. Alhamdulillah, permintaan kaus sablon dari berbagai partai diterima bapak. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Usaha sablon bapak dari tahun ke tahun menurun. Mungkin dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Akhirnya orang-orang, khususnya pasangan yang hendak menikah, lebih memilih untuk menggunakan jasa percetakan, yang tentu saja lebih cepat dan praktis dibandingkan dengan jasa sablon.
Di masa-masa SMP saya yang akan berakhir, kehidupan kami justru tidak mengalami peningkatan. Apalagi bapak dan ibu hanya sanggup mengontrak rumah kecil. Sebagai ibu rumah tangga, ibu tentu saja tidak dapat membantu dalam hal memulihkan perekonomian keluarga. Meskipun begitu, saya lantas tidak berputus asa. Sejak saat itu, saya bertekad, kelak, setelah tamat SMA, saya akan bekerja dan in syaa Allah dapat mengangkat derajat kedua orang tua saya. Aamiin.
Ketika ingin melanjutkan ke SMA, tak pernah sedikit pun terlintas dalam pikiran jika saya akan bersekolah dan menjadi bagian dari SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Ternyata, setelah dirunut, mungkin memang itulah takdir saya dalam menempuh pendidikan. Setidaknya, saya pernah tercatat sebagai juara pertama dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris yang diadakan oleh pihak sekolah, dalam rangka menyambut HUT RI ke-61. Selanjutnya, saat duduk di bangku kelas XI, saya sempat ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam Lomba Debat Bahasa Inggris antar sekolah yang bertempat di SMKN 5 Semarang. Tak ketinggalan juga, Lomba Semarang Pesona Asia yang diselenggarakan di City School Semarang. meski tidak lolos sebagai pemenang, saya tetap bangga dan bersyukur atas pengalaman yang sangat berharga tersebut.

Selepas SMA, saya langsung mengajukan beberapa Curriculum Vitae ke berbagai tempat. Alhamdulillah, saya sempat bekerja di salah satu toko buku di Semarang, selama hampir tiga tahun lamanya. Dari situlah, saya semakin tergerak untuk melanjutkan passion yang saya minati, yaitu menulis. Dari tahun 2014, saya mulai memberanikan diri untuk bergabung dengan berbagai grup menulis di media sosial. Hal itu bertujuan agar saya dapat mengembangkan bakat dalam menulis. Saya pun mencoba mengikuti event atau lomba dengan grup tersebut. Sampai akhirnya, saya berhasil menelurkan buku antologi puisi maupun cerpen pada tahun 2015 bersama beberapa penulis tanah air.
Seiring berjalannya waktu, setelah sempat vakum menulis dari tahun 2017 sampai 2019, saya kembali menulis dan menerbitkan buku tunggal pada Juni 2019 dengan judul “Pagi untuk Sam”. Selain itu, saya juga mengikuti kelas menulis cerpen online. Dan sejak mengikuti kelas tersebut, alhamdulillah karya saya berhasil dimuat di berbagai media (koran lokal dan nasional), seperti: Kompas Klasika, Padang Ekspres (Padang), Minggu Pagi (Jogja), Kedaulatan Rakyat (Jogja), Merapi (Jogja) dan Harian Singgalang (Padang).
Saat ini, meski berstatus sebagai ibu pekerja, saya tetap menyempatkan waktu untuk menulis. Sebab dengan menulis, saya dapat mengekspresikan diri dengan sesungguhnya. Dan saya ingin menulis hingga tua nanti.

Semarang, 13 Oktober 2019

Reni Asih Widiyastuti ialah penulis asal Semarang, Alumnus SMK Muhammadiyah 1 Semarang. menulis cerpen, cerma, cernak, resensi buku dan novel. Salah satu bukunya telah terbit, yaitu Pagi untuk Sam. karya-karyanya terbit di berbagai media lokal dan nasional. Penulis bisa dihubungi melalui email; reniasih17@gmail.com